Bicara tertutup soal sastra? Tidak
ingin sekadar masuk saja ke dalamnya, menjadi bagian yang hidup, hidupinya
menjadi buat untuk terapnya,
memainkan, menimang, dan mengaturnya seperti permainan puzzle, dengan sisi yang tak sama
Hanya rasa yang tumpah, ku ketik, ku tulis, garis--satu garis, kata--satu kata
Dari bercak, noda, tinta, lumpur, emas, getah sekalipun itu
***
Hanya sekadar igauan, tafsir pribadi, terjemah acak dalam diksi yang kabur
Subyektifitas, saya rasa erat kaitannya dengan itu,
Tidak perlu kaidah, tulis saja,
rangkai,
balut,
benamkan,
sambungi, isi, dan resapi kata mu,
senyumlah, tangislah, mengamuklah sejadinya
dalam kusut dan campur itu,
Sastra pun akan mewarna dengan sendirinya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar